Berlabuh adalah keputusanku
Ketika kau pilih mentari, ketika itu pula aku memilih bulan
Ketika kau pilih lautan, aku menuju hutan mencari sungai
Ketika kau memilih alunan melodi, aku duduk dibawah batu menikmati suara jatuhnya air
Kita memilih pilihan yang lalu
Wahai kau sebelum pertemuan
Dimasa lalu,
Kita adalah pendayung pada beda perahu
Kita mengarungi lautan pada beda ombak
Kita menitih jembatan pada beda hutan
Kita menyusuri hutan pada beda perkotaan
Lalu, pemilik rencana mengukirkan batu untuk pertemuan kita
Mengguratkan sebuah jalan untuk mempertemukan kita pada sebuah jelaga
Duhai pecinta bintang dan bulan dimalam hari
Sungguh cerita dongeng telah kita buat
Kita bertemu,
Kita menatap,
Kita berpisah,
Kita menyapa,
Dan.....
Sebuah gemelutuk api pada kayu telah membara
Membakar ranting, mencairkan suasana
Ibarat udara dingin selama perjalanan
Dihangatkan seketika, bukan hanya api
Tapi juga pelukanmu
Pelayaran ini membutuhkan sebuah pemberhentian
Berlabuh menjauhi samudera
Meumtuskan untuk tinggal
Menanam kembali rotan
Hingga saat batu menjadi sebuah riasan tempat tidur kita
Kuputuskan pemberhentian labuhanku
Dan memilihmu untuk menatapmu setiap bangun dan tidurku nanti
Ketika kau pilih lautan, aku menuju hutan mencari sungai
Ketika kau memilih alunan melodi, aku duduk dibawah batu menikmati suara jatuhnya air
Kita memilih pilihan yang lalu
Wahai kau sebelum pertemuan
Dimasa lalu,
Kita adalah pendayung pada beda perahu
Kita mengarungi lautan pada beda ombak
Kita menitih jembatan pada beda hutan
Kita menyusuri hutan pada beda perkotaan
Lalu, pemilik rencana mengukirkan batu untuk pertemuan kita
Mengguratkan sebuah jalan untuk mempertemukan kita pada sebuah jelaga
Duhai pecinta bintang dan bulan dimalam hari
Sungguh cerita dongeng telah kita buat
Kita bertemu,
Kita menatap,
Kita berpisah,
Kita menyapa,
Dan.....
Sebuah gemelutuk api pada kayu telah membara
Membakar ranting, mencairkan suasana
Ibarat udara dingin selama perjalanan
Dihangatkan seketika, bukan hanya api
Tapi juga pelukanmu
Pelayaran ini membutuhkan sebuah pemberhentian
Berlabuh menjauhi samudera
Meumtuskan untuk tinggal
Menanam kembali rotan
Hingga saat batu menjadi sebuah riasan tempat tidur kita
Kuputuskan pemberhentian labuhanku
Dan memilihmu untuk menatapmu setiap bangun dan tidurku nanti