Hai! Kamu NA
Hai! Dulu ku melihatmu diujung barat pulau
yang dulu hanya guratan virtual membawa kita terhubung
yang dulu berkenalan dengan sebuah tatapan
yang dulu bahkan berkali-kali mengumpat atas ratusan jarak yang terbentang
Terima kasih menemani
Terima kasih setiap harinya serasa bertemu kembali
Setiap harinya kau sulam senyum, sedih, maupun motivasi
Menikmati kopi taklagi sepahit dulu
Maaf belum bisa segera menjadi imammu dalam waktu dekat
Maaf masih menjadi pria yang menyebalkan
Menemaniku mungkin tak semudah kelihatannya
Maka, aku berharap kamu bisa bertahan
Terlepas bahwa Tuhan Maha Atas Segalanya
Kuharap doa kita tidak bertolak belakang
Wahai mojang rupawan
Terima kasih atas senyum yang terus mengembang
Semoga denganku entah sekarang ataupun nanti, tak membuat senyummu pudar