Stasiun Gubeng

Melihat foto ini mengingatkan beberapa saat yang lalju, lebih dari setahun sudah kita bertemu. Pertemuan lucu menggemaskan diiringi salam luhur dari kejauhan. "Assalamu'alaikum" kataku singkat mencoba menebak dari kejauhan dirinya keluar dari kedatangan Stasiun Gubeng Surabaya. pada malam itu resmi sudah kami bertemu untuk pertama kalinya.

Suasana Gubeng kala itu cukup hangat, terlepas dari memang kota Surabaya disebut sebagai kota Panas di Indonesia atau juga di dunia karena matahari di sini ada 7. itu tadi kiasan yang klise untuk sebutan Surabaya. kembali lagi ke topik pembicaraan, dia yang bernama Nais ambarsari datang dari Malang setelah mengikuti sebuah seminar kebahasaan. Nama unik yang mungkin cuma ada satu seIndonesia.
"Sudah lama nunggu?"
"Ah Tidak. Baru juga sampai" kataku (atau mungkin semua lelaki saat pertama kali PDKT)
"Sudah sholat Maghrib?, di belakang ada musholla. sekalian aku antar"
"Boleh, aku juga mau ke Toilet" kata Nais seraya memperbaiki bawaannya.
"Kalo mau liat foto-foto ada di kamera" lanjutnya sembari mengulurkan kameranya.

Malam itu tak tau takdir apa kelak yang mungkin akan melanjutkan perjalanan kita, tanpa pernah mencoba berpikir lebih jauh. Mungkin menikmati kebersamaan ini saja cukup bagiku untuk sementara ini.
"Sudah sholatnya?"
"Sudah kok"
"Oke, saatnya mengisi perut yang lapar nih, yuk" Ajakku mengelilingi kota Surabaya membawa mojang Bandung, yang aku kira Sunda tulen, ternyata tak lebih "jawa" dariku.