Nyatanya

Aku tidak akan berkata bahwa tanpamu hidupku remuk
Nyatanya tanpamu badanku masih tegap berjalan
Aku tidak akan berkata bahwa tanpamu hidupku tak tentu
Nyatanya tanpamu aku hanya perlu mengganti arahku
Aku tidak akan berkata bahwa tanpamu hidupku mati
Nyatanya tanpamu, nafas masih kuhirup anginpun masih menerpaku
Aku tidak akan berkata bahwa tanpamu hidupku rapuh
Nyatanya tanpamu, disekitarku masih banyak tangan yang menopangku

Nyatanya tanpamu aku masih baik-baik saja
Hanya saja tanpamu, aku harus mencoba membiasakan diri
Kembali pada hidupku yang dulu,
Kembali terbangun dipagi hari
Kembali memandang rintik hujan pada ujung jendela
Kembali membuat tulisan pada embun yang menerpa jendela
Kembali menyeduh dan menghirup aroma kopi
Kembali mencoba ceria, walau rasanya hatiku ingin merebah

Nyatanya tanpamu, aku hanya harus mencintai kembali rutinitasku
Menuntaskan banyak hal yang telah kumulai
Dan Nyatanya, aku harus benar-benar ke alam nyata
Tanpa ada kau yang senantiasa membuka pagi
Dengan sapaan sayang "HAI"
Dan nyatanya jika demikian, aku harus menyiapkan sajak perpisahan terbaik
Sebab ribuan diksi sedih, akan menemani sepi