Jingga

Pada ujung lintang aku memandang
Dengan pelupuk mata sayu tenang
Menatap ujung Lelautan

Pada setiap hirupan dan hembusan
Silih berganti pada tiap Jingga kecoklatan
Menjadi sekat antara Matahari dan Bulan

Pada jingganya aku berdebat
Tentang penciptaan puisi paling hebat
Namun, pada tiap-tiap lirik penuh sirat
Memiliki arti yang dalam penjabarannya telah tergurat
Bahwa setiap perguratan kata ada makna yang tersirat

Pada definisi panjang sang senja
Setiap puisi tercipta
Ada yang elok dan bahagia
Ada pula perpisahan yang seduh dan penuh iba

Dan pada tiap-tiap doa
Senja-Mu selalu begitu indah
Memberi setiap warna
Pada hati penuh tanda tanya
Yang kadang lupa memberi tanda terima
Bahwa hidup terkadang bukan untuk memaksa
Membiarkannya berganti malam juga suatu kebajikan