LUPA
Seruanku untuk sebuah akal dan hati
Bisakah kalian sejenak memadu kasih
Melibatkan fakta tanpa sangsi
Menyudutkan tinta pada realitas yang dipandang mata
Menyoal masalah singkronisasi, terkadang membuatku kelewat batas dalam melewati batas imaji
Ketika ku menerpa semilir angin ditengah teriknya surya
Ada sebuah pertemuan tak sengaja
Dimana hanya mataku yang beradu pada kehadiranmu
Tidak saling sapa, bahkan pandangannya pun rasanya sudah tak mengingat lintasan pacu kendaraanku
Sebuah angka lima dan sebuah detik itulah jumlah masaku bertemu denganmu
Akal berusaha untuk lupa, sedang hati berusaha untuk bersahabat
Namun, setiap lupa ialah usaha untuk melupakan
Dan setiap melupakanmu maka secara tak langsung aku berusaha mengingatmu
Mengganti potongan wajah para manusia dengan wajahmu
Apakah aku berusaha melupakan?
Apakah usaha itu nyata, sedangkan yang aku lupa terkadang kujadikan nyata lewat setiap indra
Lupa ialah ketika kamu sudah tak mengingatnya,
Dan denganmu, usaha melupakan adalah sia-sia
Bisakah kalian sejenak memadu kasih
Melibatkan fakta tanpa sangsi
Menyudutkan tinta pada realitas yang dipandang mata
Menyoal masalah singkronisasi, terkadang membuatku kelewat batas dalam melewati batas imaji
Ketika ku menerpa semilir angin ditengah teriknya surya
Ada sebuah pertemuan tak sengaja
Dimana hanya mataku yang beradu pada kehadiranmu
Tidak saling sapa, bahkan pandangannya pun rasanya sudah tak mengingat lintasan pacu kendaraanku
Sebuah angka lima dan sebuah detik itulah jumlah masaku bertemu denganmu
Akal berusaha untuk lupa, sedang hati berusaha untuk bersahabat
Namun, setiap lupa ialah usaha untuk melupakan
Dan setiap melupakanmu maka secara tak langsung aku berusaha mengingatmu
Mengganti potongan wajah para manusia dengan wajahmu
Apakah aku berusaha melupakan?
Apakah usaha itu nyata, sedangkan yang aku lupa terkadang kujadikan nyata lewat setiap indra
Lupa ialah ketika kamu sudah tak mengingatnya,
Dan denganmu, usaha melupakan adalah sia-sia