Kejut
Mata ini dikejutkan oleh layar digital
Melukiskan kembali rona senyum itu
Yang pernah dipancarkan oleh salah satu kiriman Tuhan
Melalui sebuah gigi mungil
Aku menyerah dan menatap lamat-lamat
Menjadikan sayu pada dua kelopak mataku
Menyimpulkan ujung bibir pada sebuah senyuman
Sekali lagi aku benar-benar terkejut
Pada sebuah pemahaman tingkat paling dasar
Berpikir mengapa sunggingan itu nampak teduh
Sedang selama ini hujan pun tak seteduh itu
Bahwa mendung tak setenang itu
Bahwa danau nampak tak beriak
Seperti itulah kekagetanku
Sudah cukupkan itu,
Aku harus menutup lini masa itu cepat-cepat
Karena sedetik kejutan itu
Sedetik kemudian kisahmu mengapung kembali
Bagai membiarkan duri tumbuh pada bunga yang kupetik
Melukai bagai sengatan kejut
Dan....Terima Kasih
Karena setelah perpisahan itu, kau tetap bahagia
Melukiskan kembali rona senyum itu
Yang pernah dipancarkan oleh salah satu kiriman Tuhan
Melalui sebuah gigi mungil
Aku menyerah dan menatap lamat-lamat
Menjadikan sayu pada dua kelopak mataku
Menyimpulkan ujung bibir pada sebuah senyuman
Sekali lagi aku benar-benar terkejut
Pada sebuah pemahaman tingkat paling dasar
Berpikir mengapa sunggingan itu nampak teduh
Sedang selama ini hujan pun tak seteduh itu
Bahwa mendung tak setenang itu
Bahwa danau nampak tak beriak
Seperti itulah kekagetanku
Sudah cukupkan itu,
Aku harus menutup lini masa itu cepat-cepat
Karena sedetik kejutan itu
Sedetik kemudian kisahmu mengapung kembali
Bagai membiarkan duri tumbuh pada bunga yang kupetik
Melukai bagai sengatan kejut
Dan....Terima Kasih
Karena setelah perpisahan itu, kau tetap bahagia