Tertidur di Tengah Hujan

Hujan temaram seminggu berselang
Menyibukkan jalan dengan berbagai gelinang
menyusupi hawa dingin hingga kerusuk tulang
hingga merpati mengirim kabar cengang
tentang terbelahnya sebuah karang

cahaya itu terlihat lagi
mengarsipkan rentetan dokumen sepi
sepi atas sang penanti
tentang isyarat mimpi malam ini

pemikiran kadang tak sejalan
berjalan sendiri berbeda arah dengan harapan
yang dirasa halaman terakhir sebuah kejutan kehangatan
namun terbangun dengan dingin yang membekukan angan

ada hikayat tentang perjumpaan dan perpisahan
seperti aliran sungai yang tak terelakkan
ketika jumpa disambut bunga bermekaran
ketika pisah diantar sepi batu nisan

pernah kudengar satu kutipan
tentang hati yang tertikam
tentang rencana penyembuhan
atau menyelam semakin dalam

sebuah coretan tentang mimpi
tentang sebuah saksi misteri
harapkan hujan menemani
mengisi rasa lapar lagi
yang sempat hilang karna serpihan hati

aku sudah bangun
dengan sedikit rasa tertegun
menatap hujanyang masih turun
menemani membaca kata-kata karun

terakhir, kuangkat sebuah doa
agar sang malaikat menyisipkan sayap
menjaga nafas dan bahagianya
menghindarkannya dari setiap ratap

dan aku menancapkan paku hati
menancapkan sendiri tepat disini
dan menaruh pelupuk mataku kembali
membiarkan bidadari mimpi menemani

Hingga aku terpejam
Tertidur ditengah hujan