Makam
Berhenti aku pada penghujung musim hujan
Dimana tanah gembur tergali
Memikirkan tentang dedaunan
Yang jatuh di diatas genangan sepi
Sendiri,..
Berjalan namun tak pernah sampai tujuan
Bermimpi namun tak pernah bangun tuk meraih
Bergumam tanpa mau berjuang
Bersama siapa aku di sini?
Berhenti...
Menatap lampu merah lintasn jalan
Sekejap tampak tertegun, hendak kemana gerangan aku ini
Bahkan seekor burung masih bertujuan untuk migrasi
Lalu, aku kemana?
Bertanya...
Apakah aku akan mengunjungi makamku sendiri?
Sepikah disini?
Duhai penjaga makam, yang mana tempatku?
Apakah aku harus mati, atau bertahan sedikit lagi?
Sedangkan siapa aku ini?
Lekat dengan tanya
Lekat dengan bimbang
Lekat dengan ragu
Hal baik apa yang akan mengijinkanku tuk menjauhi makamku?
Hal indah apa yang harus kucari tuk menjauhi makamku?
Hal apa yang harus kuperbuat.....?
Disamping batu nisan ibuku aku terbangun
Tersenyum Ia sembari memelukku dengan hangat
Bahwa hiduplah, maka kau akan menemukan jawaban
Hiduplah karena kau anakku
Dan saat itu mata dan bibir menunjukkan emosi yang berbeda
Dimana mata menurunkan hujannya
Namun bibir menyunggingkan senyuman
Dimana tanah gembur tergali
Memikirkan tentang dedaunan
Yang jatuh di diatas genangan sepi
Sendiri,..
Berjalan namun tak pernah sampai tujuan
Bermimpi namun tak pernah bangun tuk meraih
Bergumam tanpa mau berjuang
Bersama siapa aku di sini?
Berhenti...
Menatap lampu merah lintasn jalan
Sekejap tampak tertegun, hendak kemana gerangan aku ini
Bahkan seekor burung masih bertujuan untuk migrasi
Lalu, aku kemana?
Bertanya...
Apakah aku akan mengunjungi makamku sendiri?
Sepikah disini?
Duhai penjaga makam, yang mana tempatku?
Apakah aku harus mati, atau bertahan sedikit lagi?
Sedangkan siapa aku ini?
Lekat dengan tanya
Lekat dengan bimbang
Lekat dengan ragu
Hal baik apa yang akan mengijinkanku tuk menjauhi makamku?
Hal indah apa yang harus kucari tuk menjauhi makamku?
Hal apa yang harus kuperbuat.....?
Disamping batu nisan ibuku aku terbangun
Tersenyum Ia sembari memelukku dengan hangat
Bahwa hiduplah, maka kau akan menemukan jawaban
Hiduplah karena kau anakku
Dan saat itu mata dan bibir menunjukkan emosi yang berbeda
Dimana mata menurunkan hujannya
Namun bibir menyunggingkan senyuman